Informasi Terkini

Informasi
Tidak ada Gambar

Sun 23-01-2022 02:00

T_ZIWB08_C_WIIX_20220122221005_HOURLY_OBS_VISI_INDONESIA_mini.gif
Jarak Pandang Jarak Pandang

Sun 23-01-2022 02:01

T_ZIWB38_C_WIIX_20220123005503_CATSMFY_Java_yesterday_impacts.png
Petir Petir

Sun 27-09-2020 04:02

Wind_Forecast_24h.mp4_thumb.png
Animasi Cuaca Animasi Cuaca
Tidak ada Gambar
Current Cyclone Cyclone Outlook After Events Report Historical Cyclone Annual Reports Cyclone Names Learn About TC

 

Annual Report


  • Laporan Tahunan 2007
  • Laporan Tahunan 2008
  • Laporan Tahunan 2009

 

Annual Summary


  •  2000 - 2013 [Link]
Current Cyclone Cyclone Outlook After Events Report Historical Cyclone Annual Reports Cyclone Names Learn About TC

 
2013      2010      2009


 TC JEBI
26 Juli 2013 Bibit siklon 91W berada di Samudera Hindia se belah Utara Halmahera, sekitar 5.4LU dan 130.1BT dengan tekanan terendah 1010 mb dan kecepatan angin maksimum 15 knot. Bibit 91W baru terpantau hari ini. Dari citra satelit aktivitas konvektif terpantau cukup baik, namun kondisi perawanan yang belum terorganisir. Aktivitas divergensi terpantau baik, konvergensi dan shear vertical juga cukup baik pada kisaran 5 – 20 knot. Dan suhu muka laut yang hangat mendukung aktivitas konvergensi di wilayah suspect. Dari data angin perlapisan, sirkulasi sudah terlihat dari lapisan bawah hingga lapisan menengah, namun masih melebar. Dalam 24 jam kedepan diperkirakan bibit ini bergerak kearah barat barat laut dan diperkirakan intensitasnya akan meningkat, namun belum cukup kuat untuk menjadi siklon tropis. Potensi bibit 91W menjadi siklon tropis masih rendah.
Selengkapnya …

 TC MANGKHUT
Bibit siklon tropis 94W ini berada di Samudera Pasifik sebelah utara Papua sekitar 2.0LU 140.6BT dengan tekanan udara minimum 1010 mb dan kecepatan angin maksimum 15 knots.citra satelit 12 jam terakhir menunjukkan adanya aktifitas konvektif yang persisten. Kondisi angin lapisan bawah menunjukkan adanya bentuk sirkulasi terpusat namun masih melebar. Shear vertikal sedang berkisar 15 – 20 knots. Potensi bibit untuk menjadi siklon tropis dalam 24 – 48 jam kedepan masih rendah.
Selengkapnya …

 

 

 

Current Cyclone Cyclone Outlook After Events Report Historical Cyclone Annual Reports Cyclone Names Learn About TC


2013      2010      2009


TC CHARLOTTE
Monsoon trough mulai kelihatan aktif di teluk Carpentaria dari awal Januari. Charlote terbentuk pertama kali sebagai Depresi Tropis pada tanggal 9 januari 2009 di Teluk Carpentaria, Utara Pulau Mornington. Dari citra radar dapat terlihat LLCC (Low level circulation center) dengan band yang mengelilingi LLCC. Dari quikscat juga terlihat angin yang memanjang mengelilingi pusatnya dengan kecepatan 30knot. Outflow channel di lapisan atas terlihat sangat baik dan lingkungan yang mendukung pertumbuhannya. Vertical wind shear yang lemah juga mendukung pertumbuhannya.
Selengkapnya …

 

TC DOMINIC

Bibit siklon tropis Dominik sudah mulai terlihat tanggal 24 Januari di sebelah Barat Kimberley, Timur Laut Broome. Bergerak ke Barat dan memasuki wilayah Perairan Barat Broome. Pada pagi hari 25 Jauari terlihat perkembangannya, angin maksimum berkisar 27 . 32 knots. Citra satelite water vapor menunjukkan adanya daerah deep convective dan outflow yang berkembang bagus. Vertical wind shear juga cukup mendukung pertumbuhannya.
Selengkapnya …

 

 TC FREDDY
Tekanan rendah yang terbentuk di daratan Utara Australia pada tanggal 3 Februari 2009 bergerak ke arah barat ke Lautan Australia Utara. Pada 6 Februari Siklon tropis 14S memiliki angin 30 knot dan diperkirakan akan menjadi siklon tropis seiring perkembangannya yang relatif perlahan namun terus berkembang. Lautan yang hangat ditambah aliran udara (monsoon) dari Laut Cina Selatan yang mendukung pertumbuhannya. Dari citra satelite Nasa terlihat jelas sekali perbedaan suhu di daratan Austalia yang panas (80.F) dan di atas awan-awan convektif siklon di Lautan Samudera Hindia Timur Laut Australia yang dingin yaitu -63.F. Bibit siklon tropis ini menjadi Siklon Tropis Freddy pada pukul 06.00Z.
Selengkapnya …

 

   TC GABRIELLE
Bibit Siklon Gabrielle (17S) berada di Utara Broome, Badan Meteorologi Australia memprediksi bibit ini akan tumbuh menjadi siklon pada Sabtu malam. Posisinya berada di Lautan sebelah Timur Laut Australia, sama seperti pendahulunya Siklon Tropis Freddy. Malam hari tanggal 2 Maret intensitas Gabrielle meningkat, vertikal wind shear melemah dan convektifitasnya meningkat. Data Qscat 2 Maret jam 11.15Z menunjukkan kecepatan angin 30-35knot pada quadrant sebelah tenggara, dan 20-25 knots di Timur Laut quadrant membentuk semi circel.
Selengkapnya …
   TC ILSA
Pada tanggal 18 maret bibit Siklon Tropis 22S telah tumbuh menjadi Siklon tropis Ilsa di utara Learmonth, Barat Laut Australia dengan kecepatan angin 35knots dan tekanan 1000mb. Bergerak ke barat-barat daya dengan kecepatan 15knots. Dari Citra Satelite terlihat daerah deep convektif di barat daya dan tenggara. Dan dengan cepat tumbuh menjadi awan-awan CB dan menambah kekuatan thundersotrm di dalam awan CB. Sistem ini terdapat di daerah vertikal wind shear yang cukup kuat dan suhu muka laut yang hangat serta outflow di lapisan atas yang menjadi pendukung pertumbuhan siklon ini.
Selengkapnya …

   TC KIRILLY
Cyclogenesis dimulai dari tanggal 18 April ketika di wilayah Laut Arafura diketahui adanya vortex lemah tanpa tanda-tanda aktivitas konvektif yang berarti. Pukul 12 UTC hari yang sama, dengan kondisi perairan hangat (suhu muka laut .28°C) hanya terlihat beberapa titik konvektif saja di atas wilayah Laut Arafura. 12 jam berikutnya analisis angin 3000 feet menunjukkan adanya seruakan massa udara dari arah tenggara mengarah ke wilayah tersebut dengan kecepatan 20 . 35 knot. Seruakan inilah yang ditengarai sebagai seruakan pertama pemicu terbentuknya embrio Kirrily. Hasilnya tampak sebagai cloud cluster dengan beberapa MCS yang tumbuh pada wilayah ini.
Selengkapnya …

 

 TC KUJIRA
Pada tanggal 28 April terdeteksi adanya gangguan berupa deep convection di sekitar Philipina bagian Tengah, dimana area deep convection itu sendiri merupakan pusat sirkulasi angin menengah dengan vertical wind shear yang rendah. Gangguan ini sempat melemah tetapi kemudian menguat lagi pada 30 April. Outflow pole ward angin level atas terbentuk pada hari yang sama, dan terus berkembang terutama pembentukan convective banding di quadrant bagian Utara. Pada tanggal 1 Mei menjadi Tropical Depression. Walaupun dekat dengan daratan Pulau Luzon di Philipina, tetapi Tropical Depression ini terus berkembang dengan sirkulasi pada level bawah yang terbentuk dengan baik dimana pusat sirkulasi terutama di quadran bagian Utara dikelilingi oleh deep convective.
Selengkapnya …

 

 

 TC CHAN-HOM
Chan-hom pertama kali terdeteksi sebagai area dengan deep convection yang terjadi secara persisten di monsoon trough sekitar Tenggara Vietnam pada tanggal 2 Mei sebagai Tropical Depression. Gangguan cuaca ini tumbuh secara perlahan dan terorganisasi dengan baik dengan mulai terbentuknya deep convection mengelilingi pusat sirkulasi di lapisan bawah terutama di bagian Utara dan Barat dari pusat sirkulasi. Pusat sirkulasi ditandai dengan adanya area dengan vertical wind shear yang rendah, hingga pada hari berikutnya meningkat menjadi Tropical Storm dengan nama Chan-hom. Chan-hom bergerak cenderung ke arah Timur Laut menuju Philipina bagian Utara. Pada tanggal 6 Mei Chan-hom meningkat menjadi Typhoon di Laut Cina Selatan, dan mencapai puncaknya pada hari berikutnya dengan posisi di Barat Pulau Luzon, Philipina.
Selengkapnya …

 

 

 TC LINFA
Pada 10 Juni, gangguan tropis terlihat di sebelah timur Filipina bagian utara. Citra satelit memperlihatkan adanya sirkulasi di lapisan bawah, dengan deep convective terpusat di sebelah barat daya pusat sirkulasi. Gangguan tropis ini kemudian berkembang menjadi depresi tropis pada 14 Juni, meski kemudian deep convectivenya terlihat berkurang.
Selengkapnya …
   TC NANGKA
Siklon Tropis Nangka pertama dideteksi sebagai gangguan cuaca di Lautan Pasifik tepatnya di timur Philipina tengah. Gangguan cuaca ini terus berkembang hingga pada tanggal 20 Juni semakin menguat dengan mulai terkonsolidasinya LLCC membentuk sabuk di sekitar sistem tersebut. Vertikal wind shear yang rendah dan lokasi yang mendukung perkembangan sistem ini menghasilkan pembentukan LLCC yang bagus. Pada tanggal 22 Juni JMA mengklasifikasikannya sebagai minor Tropical Depression.
Selengkapnya …
   TC SOUDELOR
Pertama kali muncul Siklon tropis Laurence berada di Selatan Papua Nugini sebagai Tropical Low pada tanggal 8 Desember. Pada saat itu sirkulasi dari system ini sudah terlihat di lapisan bawah dan menengah. Divergensi lapisan atas sudah terbentuk dengan baik, dari citra satelit outflow channel juga telah terbentuk akan tetapi shear masih belum mendukung. Sistem ini berkembang secara perlahan hingga beberapa hari berikutnya dikarenakan shear yang masih belum mendukung terbentuknya siklon. Sistem ini cenderung bergerak ke arah Barat Selatan menuju pantai Utara Australia di sekitar Darwin.
Selengkapnya …

   TC MOLAVE
Typhoon Molave pertama dideteksi sebagai depresi tropis pada 15 Juli 2009 pukul 12 UTC. Molave tumbuh menjadi tropical storm pada 16 Juli 2009 12 UTC dan menguat menjadi severe tropical storm 18 jam kemudian. Molave dengan cepat berkembang menjadi typhoon hanya 12 jam setelahnya pada tanggal 17 pukul 12 UTC. Intensitas maksimum Typhoon Molave dicapai pada tanggal 18 pukul 12 UTC dengan kecepatan angin tertinggi sebesar 65 knot dan tekanan udara terendah yang mencapai 975 hPa. Setelah itu, typhoon ini mengalami pelemahan secara cepat dan punah pada 19 Juli 2009 06 UTC ketika memasuki pantai Hong Kong.
Selengkapnya …

   TC GONI
Tropical Storm Goni terbentuk pada tanggal 3 Agustus, akan tetapi pertama kali dideteksi adanya deep convection pada akhir Juli di daerah Pasifik Barat, Timur Philipina. Deep convection terbentuk di sekitar pusat sirkulasi pada level bawah, dan terlihat adanya outflow yang dipicu adanya sirkulasi antisiklon yang terdapat di level atas dan adanya Tropical Upper Tropospheric Trough. Gangguan ini kemudian melemah pada tanggal 28 Juli dikarenakan sirkulasi di level bawah yang melemah dan vertical wind shear yang meningkat.
Selengkapnya …
   TC MORAKOT
Morakot pertama kali dideteksi sebagai area dengan deep convection yang melebar di bagian barat dari pusat sirkulasi pada lapisan bawah di timur Laut Philipina. Pada tanggal 2 Agustus gangguan cuaca ini telah meningkat menjadi Tropical Depression yang terbentuk di dalam monsoon trough. Pada hari yang sama tropical Deepression ini sempat diturunkan statusnya menjadi low pressure area.
Selengkapnya …
   TC ETAU
Terbentuknya Tropical storm Etau diawali dengan adanya suatu area tekanan rendah dengan aktifitas konvektif yang belum terorganisasi dengan baik di daerah Pasifik Barat, timur Philipina. Adanya sel tropical Upper tropospheric trough kearah Utara memicu pergerakan system ini bergerak ke Utara. Pada tanggal 8 Agustus system ini berkembang dengan adanya pertumbuhan deep convection yang terkonsolidasi di sekitar pusat tekanan rendah tersebut, hingga akhirnya JMA meningkatkan system ini menjadi Tropical Depression. Sistem ini cenderung bergerak kearah Utara sebagai respon dari interaksinya dengan subtropical ridge yang mengarah ke Utara.
Selengkapnya …

   TC DUJUAN
Bibit Siklon tropis 13W pertama kali terlihat di sebelah Timur Pulau Luzon Philipina. Pada malam hari tanggal 3 September bibit siklon tropis 13W berkembang dengan begitu mudah dan cepat . Menguat menjadi Depresi Tropis dan kemudian terus menguat menjadi Siklon Tropis yang diberi nama Dujuan oleh Tokyo RSWC. Angin lapisan atasnya mempertahankan Siklon ini tetap di posisi Selatan Tenggara Okinawa, Jepang. Posisinya sekitar 19.0LU 131.1BT, bergerak kea rah Timur Laut dengan kecepatan 13knots. Dari Nasa.s Aqua Satelit di atas Tropical Storm Dujuan terlihat awan tinggi, thunderstorm cloud, dengan suhu -63.F.
Selengkapnya …

   TC MUCIJAGE
Pada tanggal 7 September terdapat depresi tropis di Laut Cina Selatan sekitar 300 kilometer sebelah barat Manila, Filipina. Malam hari berikutnya depresi tropis ini bergerak ke barat laut, sedikit menguat oleh shear vertikal sedang di wilayah tersebut dan oleh PAGASA diberi nama depresi tropis Maring.
Selengkapnya …
   TC CHOI-WAN
Typhoon Choi-Wan pertama terbentuk sebagai wilayah dengan perawanan konvektif di atas Samudra Pasifik Timur Laut sekitar 850 kilometer sebelah timur Guam. Shear vertikal yang lemah mendukung pertumbuhan bibit badai tropis ini hingga kemudian hanya dibutuhkan waktu kurang dari 24 jam untuk berkembang mencapai intensitas badai tropis pada tanggal 12 September pukul 18 UTC.
Selengkapnya …
   TC KOPPU
Typhoon Koppu pertama kali dideteksi pada 9 September 2009 dengan adanya sebuah area perawanan konvektif yang terbentuk di sekitar 370 km sebelah Barat laut Palau (Samudera Pasifik sebelah Timur Philipina). Pada 11 September LLCC (Low Level Circulation Centre) mulai terbentuk lebih teratur. Di samping itu shear vertikal yang relative kecil dan adanya ouflow dari barat mendukung perkembangan sistem. Sistem bertahan sebagai depresi tropis hingga 13 September 2009 pukul 15.00 UTC sebelum kemudian menguat menjadi badai tropis.
Selengkapnya …
 ketsana

 TC KETSANA
Ketsana mencapai intensitas gale pada pukul 00 UTC tanggal 26 September, melintasi Filipina dan terus menguat hingga mencapai intensitas maksimum 28 September pukul 12 UTC. Selama lebih kurang 24 jam Ketsana bertahan pada intensitas ini sebelum kemudian melemah dengan cepat dan punah sebagai depresi tropis di sekitar Laos kurang dari 24 jam berikutnya.
Selengkapnya …

 

 parma

 TC PARMA
Parma menguat dengan cepat selama melintasi wilayah perairan hangat di Pasifik Barat Laut dan menjadi typhoon pada hari berikutnya. Citra satelit menunjukkan bahwa Parma mulai membentuk dinding mata. Typhoon ini mencapai intensitas terkuatnya pada tanggal 1 Oktober ketika pusat perawanannya berada di wilayah perairan berjarak kurang dari tiga derajat lintang dari pantai sebelah Timur Filipina. Saat itu terpantau kecepatan angin maksimum Parma mencapai 105 knot (195 km/jam) dan tekanan minimum di pusatnya mencapai 920 hPa.
Selengkapnya …

 

 melor

 TC MELOR
Pada 28 September depresi tropis terbentuk di Samudra Pasifik Barat sekitar 370 km sebelah Timur Laut Pohnpei, Filipina. Citra satelit menunjukkan pusat sirkulasi lapisan bawah yang dengan outflow di paras atas dan shear vertikal lemah yang mendukung pertumbuhan, Melor segera tumbuh menjadi badai tropis pada dini hari 30 September waktu setempat. Melor tumbuh dengan cepat hingga pagi hari berikutnya mencapai intensitas typhoon.
Selengkapnya …

 

TC NEPARTAK
Nepartak lahir pada tanggal 9 Oktober, dan tumbuh relative perlahan dengan peningkatan hanya 5 knot dalam 42 jam. Intensitas tertinggi Nepartak hanya mencapai 45 knot/992 hPa. Nepartak punah pada 14 Oktober karena mencapai wilayah jet stream yang membuyarkan perawanannya.
Selengkapnya …

 

 TC LUPIT
Pada 13 Oktober terbentuk wilayah konveksi aktif di sebelah Utara Papua Nugini. Cloud cluster yang terbentuk masih tidak teratur namun seiring dengan pergerakannya ke barat memasuki wilayah dengan shear vertical lemah dan suhu muka laut yang hangat, wilayah ini berkembang menjadi depresi tropis dengan pusat sirkulasi paras bawah yang mulai terbentuk. Depresi tropis ini berkembang dengan dan segera mencapai kecepatan vorteks maksimum 34 knot kurang dari 48 jam kemudian.
Selengkapnya …

 

 TC MIRINAE
Typhoon ini mencapai intensitas tertingginya dengan kecepatan angin maksimum mencapai 80 knot dan tekanan di pusatnya 955 hPa hanya 30 jam setelah kelahirannya. Typhoon Mirinae bergerak terus relatif ke Barat dan melintasi Filipina pada 30 Oktober malam. Mirinae melemah menjadi badai tropis ketika mencapai Laut Cina Selatan pada pagi harinya dan terus melemah hingga tanggal 2 Oktober memasuki Vietnam dan punah sebagai pusat tekanan rendah.
Selengkapnya …

 

 TC NIDA
Nida terbentuk pertama kali sebagai depresi tropis di Samudra Pasifik Barat sekitar 20 derajat di sebelah Tenggara Pulau Luzon, Filipina.Nida lahir pada tanggal 23 November, dan tumbuh dengan cepat. Pada tanggal 24 November citra Satelite TRMM menunjukkan curah hujan yang sangat banyak dan awan-awan CB yang menjulang tinggi di dekat pusatnya. Nida masuk kategori 1 dengan intensitas angin maksimum 64 knots pada posisi 8.9N 145.0E.
Selengkapnya …

 

 TC LAURENCE
Pertama kali muncul Siklon tropis Laurence berada di Selatan Papua Nugini sebagai Tropical Low pada tanggal 8 Desember. Pada saat itu sirkulasi dari system ini sudah terlihat di lapisan bawah dan menengah. Divergensi lapisan atas sudah terbentuk dengan baik, dari citra satelit outflow channel juga telah terbentuk akan tetapi shear masih belum mendukung. Sistem ini berkembang secara perlahan hingga beberapa hari berikutnya dikarenakan shear yang masih belum mendukung terbentuknya siklon. Sistem ini cenderung bergerak ke arah Barat Selatan menuju pantai Utara Australia di sekitar Darwin.
Selengkapnya …
Current Cyclone Cyclone Outlook After Events Report Historical Cyclone Annual Reports Cyclone Names Learn About TC


Bahasa 
                            English


Indonesian Agency for Meteorology Climatology and Geophysics
Jakarta Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC)

TROPICAL CYCLONE OUTLOOK
Tropical Cyclone Outlook for Southern Indonesia area Issued Wednesday, 25th February 2015, 08.00 Western Indonesia Time

Current Tropical Cyclone in the Southern Indonesia area: None.

Tropical cyclone development possibility: No tropical cyclone development in the next 3 days.

Possibility to develop into tropical cyclone:
Thursday (tomorrow) : small possibility
Friday (tomorrow +1): small possibility
Saturday (tomorrow +2) : small possibility

Note:
Small possibility means possibility for the suspect area to develop into tropical cyclone is less than 10%.
Medium possibility means possibility for the suspect area to develop into tropical cyclone is about 20%-40%.
Large possibility means possibility for the suspect area to develop into tropical cyclone is more than 50%.

Southern Indonesia area is area within equator to 11 S and 90 to 141 E.

Cari prakiraan cuaca

Lokasi terdekat
  • Aranio
  • Piru (Seram Barat)
  • Psp Tenggara
  • Tewah
  • 2x11 Enam Lingkung
Lokasi baru-baru ini